Aku dan Perasaan Ini

2010
06.04

Hatiku sedikit hancur hari ini. Ternyata Banyak yang aku lupakan, banyak yang aku tinggal dan banyak yang aku tak perhatikan. Seperti layaknya air mengalir yang tak melalui jalur sebagaimana mestinya. Mungkin aku bisa dibilang seperti itu.

Aku sakit setelah aku tersadar bahwa aku dibenci, aku tak di anggap, dan aku hanya bagaikan sebuah belalang yang mengharap bisa seperti kupu- kupu dan berkumpul dengan sebuah koloni kupu - kupu. Padahal aku tahu seberapa besar kemampuanku dan mengapa aku tak bisa seperti layaknya sebuah kupu - kupu. Aku tahu seberapa besar sayap yang akan menerbangkanku tapi aku tak menghiraukannya.

Aku terus berambisi dan terus berambisi

Tanpa sadar ambisi itu telah meracuni semua syaraf otakku hingga akhirnya ketika setelah menyadari kenyataan itu aku masih saja tetap tak berkeming dan masih terpaku.

Ribuan rumput yang telah membuatku segar sebagai belalang ternyata mampu menyilaukanku hingga akhirnya aku berharap jadi kupu- kupu dan membuat semuanya menuruti keinginanku.

Ketika semuanya hilang dan aku mulai menyadarinya, ketika semua mulai melukaiku dan memalingkan mukanya, aku baru tahu jika aku terabaikan dan terbuang tanpa tahu apa yang harus aku lakukan

Konsep Dasar Merchandising

2010
04.19

  1. PANDANGAN BARU TENTANG RETAIL MERCHANDISING

Merchandising diartikan sebagai upaya pengadaan dan penanganan barang. American Marketing Association dalam Davidson(1988) mendefinisikan merchandising sebagai upaya-upaya penyelidikan barang yang tepat, pada tingkat harga yang tepat, dalam jumlah yang tepat/ cukup, ditempat yang tepat dan pada saat yang tepat pula. Definisi ini kemudian dikenal sebagai “The 5 righ of Merchandising”. Davidson (1988) menyebutkan bahwa terminology:

  1. Right merchandising berarti jenis, model, merek, warna, ukuran, dan lainnya yang ingin dibeli oleh konsumen.

  2. Right place merujuk bukan hanya pada okasi toko melainkan barang apa saja yang selayaknya ada di suatu toko dan tempat pemajangan di dalam suatu toko itu sendiri.

  3. Right time berarti bahwa keberadaan barang di toko pada saat mana konsumen membutuhkannya.

  4. Right quantities berarti bahwa keberadaan barang dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

  5. Right prices adaah tingkat harga barang yang pantas dan bersaing pada tingkat yang mana masih memberikan keuntungan bagi retailer.

Menurut Berman & Evans (1992) merchandising terdiri atas aktivitas mencakup pengadaan barang/ jasa tertentu dan membuatnya tersedia pada tempat, waktu, harga, dan dalam jumlah teretentu sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen.

  1. FUNGSI - FUNGSI MERCHANDISING

Perkembangan pemikiran seperti di atas dan pesatnya kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan adanya program / sistem otomatisasi dalam ruang lingkup merchandising process, seperti Collaborative Planning, Forecasting and Replenishment, Effective Customer Response (ECR) dan lain-lain. Dengan demikian, merchandising dalam konteks kekinian harus dpandang bukan sekedar sebagai suatu proses internal, melainkan sebagai suatu rangkaian dari upaya retailer dalam penyaluran barang/ jasa dari manufacture dan atau distributor kepada konsumen sesuai dengan tingkat kebutuhannya, melalui suatu kolaborasi aksi secara simultan dengan supplier dalam consumer driven supply chain dan category management.

  1. FUNGSI - FUNGSI MERCHANDISING

Empat fungsi merchandising yang meliputi :

(Merchandise Purchasing), kodifikasi dan sistem informas (Merchandise Codifiction & Information System), penjualan barang (Merchandise Selling), dan

  1. Merchandising Purchasing ( pengadaan barang )

Fungsi purchasing ditunjukkan untuk mendapatkan sumber dari merchandise yang dibutuhkan oleh konsumen pada suatu tingkat harga yang pantas dengan melakukan dealing trading term condition dengan supplier yang bersangkutan. Dalam hal ini pihak yang berwenang di purchasing dept (Merchandising Manager, Buyer atau Merchandiser) akan berparan sebagai personifikasi retailer dalam melakukan proses negosiasi dengan pihak supplier

  1. Merchandising Codification Process( kodifikasi dan sistem informas )

Dengan adanya spesifikasi penugasan condification dalam me-manage data merchandising, maka aka nada jaminan akurasi data dalam merchandisng system yang berimplikasi pada akurasi informasi, analisis, dan pelaporan dari seluruh aspek dan bagian dari retailer yang bersangkutan

  1. Merchandise Selling (Proses Penjualan Barang)

Kegiatan penjualan barang merupakan tempat retailing menanamkan harapannya untuk bisa bertahan hidup. Dengan asumsi bahwa tingkat margin keuntungan dapat dipertahankan, jika angka penjualan semakin besar maka akan semakin besar, pula nilai keuntungan kotor (gross margin value) yang akan diperoleh. Kemudian dengan asumsi efisiensi biaya operasional dapat dipertahankan, maka dengan GM yang semakin besar akan semakin besar pula nilai profit margin, dan selanjutnya return on investment(ROI), serta return on asset (ROA). Dalam proses belanjanya, konsumen akan menetapkan pilihan atas barang yang tersedia di toko dan proses transaksi penjualan dimulai ketikan konsumen masuk ke konter kasir. Selanjutnya setiap pergantian shift, setiap kasir akan melakukan pelaporan hasil transaksidan penyetoran omzet. Pada saat day-end closing di sistem komputer POS, secara otomatis jumlah barang terjual per item akan memotong jumlah stock pada sistem komputer merchandise sehingga senantiasa update(real time) atau sesuai kondisi stock item yang bersangkutan secara fisik. Kemudian secara periodik per departemen, dapat dilakukan pula evaluasi penjualan per kategori.

  1. Merchandise Handling Process ( proses penanganan barang)

ASPEK INTERNAL DAN POSISI PASAR

2010
04.19

A. ASPEK INTERNAL BISNIS RETAIL

4 Aspek internal kunci sukses bisnis retail :

  1. Asset :

Physical asset yalkni :

a. Bangunan:

Aspek exterior : Kontruksi bangunan, sistem mekanis dan kelistrikan, parkir, dsb

Aspek Interior : Rancang bangun toko dll

b. peralatan

c. Sistem Penunjang : sistem komunikasi, sistem pengaman dsb.

Non physical Asset meliputi indikator yang menunjukan citra toko(brand image dan kesantingkat harga)

  1. Human Resources

Aspek yang paling penting bagi retailer karena merekalah yang memungkinkan toko retail dioperasikan dengan baik.

  1. Financial

Kinerja perusahaan ditunjukan oleh keakuratan penanganan dan proses aspek financial.

  1. Merchandise

Rentang bauran produk yangg disediakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Inilah urat nadi bisbis retail karena merupakna komponen investasi terbesar.

B. POSISI PASAR

2 Sisi pasar :

  • Pasar Sumber daya : pasar property,modal, tenaga kerja, tehnologi,dsb

  • Pasar konsumen :

1. Konsumen individual / family

2. Konsumen institusional (pemerintah, swasta, atau institusi lain )

Keberadaan atau eksistensi dari pasar bisnis dipengaruhi oleh 2 sisi pasar ini.

Pada sisi Sumber daya, retailer bersaing antara lain:

  1. Untuk mendapatkan lokasi atau prosperty stategis

  2. Untuk mendapatkan investor pasar modal

  3. Untuk mendapatkan SDM yang handal

  4. Untuk mendapatkan tingkat tehnologi dan fasilitas penunjang yang mendukung.

  5. Untuk mendapatkan psokan merchandise dengan kondisi terbaik.

Pada sisi Konsumen,retailer bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar penjualan yang terbaik secara kuantitas maupun kulaitas.

Faktor ynag mempengaruhi Keunggulan market positioning-nya adalah

  1. Kondisi internal retailer : 4 aspek kunci sukses retail

  2. Market orientation : tingkat upaya pendekatan terhadap pasar, khususnya pasar konsumen, dengan melakukan segmentasi pasar, menetapkan target pelanggan, penyesuian karakteristik konsumen, dsb

  3. Persaingan : Kemampuan retailer untuk menempatkan diri dalam persaingan baik dalam pasar sumber daya maupun konsumen

Jenis- jenis pasar persaingan :

  • persaingan langsung

  • persaingan vertikal

  • persaingan horisontal

  • persaingan internal

  1. Information : eksistensi posisi pasar ditentukan oleh penguasaan informasi ( Trend pasar )

  2. Globalisation : eksistensi suatu retailer dipengaruhi oleh kemampuannya mensejajarkan diri dengan perkembangan di pasar global.

SEPUTAR MANAJEMEN BISNIS RETAIL

2010
04.19

KONSEP RETAILING

  1. Definisi

Secara Harfiah Ritel / Retail = eceran, dan peritel / retailer = pengecer, atau pengusaha perdagangan eceran.

Menurut Kamus, retail adl penjualan barang atau jasa kepada khalayak (Manser, 1995)

Definisi bisnis retail adalah :

  1. Penjualan kepada konsumen akhir
  2. Motivasi pembelian konsumen adalah kepentingan tersendiri dan tidak untuk dijual, atau paling tidak lebih dari separuh penjualannya adalah kepada konsumen untuk kepentingannya sendiri

2. Ruang Lingkup Bisnis Retail

Bisnis retail tidak hanya sekadar merupakan penjualan barang secara fisik, tetapi juga meliputi penjualan jasa. Co : tiket pesawat, warnet, jasa telekomunikasi. Penjualan Jasa ini disebut “Real Services”. Selain itu yang termasuk didalam penjualan barang (Complementary services) yakni : layanan pesan antar, jaminan, leasing, dan fasilitas kredit.

Pengertian Bisnis retail tidak hanya mencakup sebuah took tapi juga aktivitas sejenis yang tidak menggunakan tempat khusus dalam proses jual beli.Co : mail order, dan direct selling.

Disini yang berperilaku sebagai retailer adalah grosir, wholesaler, dan manufacture.

3. Fungsi Retail

Ritel merupakan tahap akhir proses distribusi dengan dilakukannya pnjualan langsung pada konsumen akhir.

Dimana bisnis retail berfungsi sebagai perantara antara distributor dengan konsumen akhir, Retailer berperan sebagai penghimpun barang, took retail sebagai sebaga temat rujukan.

Ritail berperan sebagai penentu eksistensi barang dari manufacture di pasar konsumsi.

KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI

1. Karakteristik

  • Small Enough Quantity (Partai kecil,dalam jumlah secukupnya untk dikonsumsi sendiri dalam periode tertentu)
  • Impulse buying (kondisi yang tercipta dari ketersediaan barang dalam jumlah dan jenis yang sangat variatif sehingga menimbulkan banyak pilihan untuk konsumen)
  • Store Condition ( KOndisi lingkungan dan interior dalam toko)

2. Tipe Bisnis Retail

Klasifikasi retail berdasarkan :

Kepemilikan ( Owner ):

  1. Single-Store Retailer (tipe yang paling banyak jumlahnya dengan ukuran toko umumnya dibawah 100 m²)
  2. Rantai Toko Retail (toko retail dengan banyak cabang dan dimiliki oleh institusi perseroan)
  3. Toko Waralaba (toko yang dibangun berdasarkan kontrak kerja sama waralaba antara terwaralaba dengan pewaralaba)

Merchandise Category:

  1. Specialty Store/ Toko Khas (Menjual satu jenis kategori barang yang relative sedikit/ sempit)

  2. Grocery Store/ Toko Serba Ada (menjual barang groceries (sehari-hari))

  3. Departement Store (menjual sebagian besar bukan kebutuhan pokok, fashionable, bermerek, dengan 80% pola konyinyasi)

  4. Hyperstore(menjual barang dalam rentang kategori barang yang sangat luas)

Luas Sales Area :

  1. Small Store/kiosk (kios kecil yang umumnya merupakan toko retail tradisional, dioperasikan sebagai usaha kecil dengan sales kurang dari 100 m²)

  2. Minimarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara 100-1000 m²)

  3. Supermarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara 1000-5000 m²)

  4. Hypermarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara lebih dari 5000 m²)

Non-Store Retailer :

  1. Multi-Level-Marketing (MLM) : Model penjualan barang secara langsung dengan system komisi penjualan berperingkat berdasarkan status keanggotaan dalam distribution lines

  2. Mail & Phone Order Retailer ( Toko pesan antar ) : perusahaan yang melakukan penjualan berdasarkan pesanan melalui surat atau telepon

  3. Internet/ Online Store (e-Commerce) : Toko Retail di dunia maya yang mngadopsikan internet ke dalam bentuk online retailing

TES UNTUK MENGUJI MLM

2010
04.16

1. UJI KESEMPATAN

Jika pendekatan utama MLM didasarkan pada suatu peluang, maka MLM tersebut merupakan piramid yang hanya memperkaya perusahaan dengan segelintir orang yang ada di puncak.

2.UJI KENYATAAN YANG ADA PADA MARKET

Rekrutmen dari MLM sering kali menyatakan bahwa suatu program mempunyai potensi pertumbuhan yang tinggi tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan permintaan pasar. Tanpa adanya kontrol yang cukup, kejenuhan pasar akan dengan mudah tercapai.

Jika level distributor yang diizinkan melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk menyalurkan produk kepada pelanggan dan apabila perusahaan mengizinkan merekrut orang dalam jumlah yang tidak terbatas di dalam suatu area tanpa adanya pencegahan untuk menghindari kejenuhan pasar, maka apabila kita bergabung pada program MLM tertentu, maka analoginya kita seperti membeli tiket pesawat terbang yang sudah mengudara. Kita akan tertinggal dengan membawa tas yang berisi janji kosong dan memegang tiket yang tidak berharga.

3.UJI PRODUK

Pelajari produk yang ditawarkan kepad diri kita sendiri:

  1. Apakah produk ini bisa sukses terjual karena kualitasnya tanpa melalui distribusi MLM? Jika tidak ada produk sejenis di pasar, cobalah mencari tahu alasan situasi seperti ini terjadi.

  2. Apakah perusahaan MLM berfokus pada produk benar-benar berharga bagi pelanggan atau hanya berdasarkan pada trend dan waktu yang singkat, serta formula yang aneh dan rahasia?

  3. Apakah produk yang ditawarkan mempunyai kualitas yang baik dan mempunyai jaminan untuk dikembalikan?

  4. Apakah pernyataan dari produk didukung oleh riset yang handal? Apakah pesanan dapat dipenuhi dan dikirim dengan cepat? Apakah tanggal pembuatan dan tanggal kadarluwarsa tercetak pada produk yang dikonsumsi?

4. UJI KOMPENSASI

  1. Apakah seorang distributor dapat memperoleh penghasilan yang bagus untuk waktu yang dia gunakan di dalam menjual produk tanpa merekrut satu orang pun? Atau, apakah komisi yang diperoleh dari menjual produk sangat kecil sehingga anda harus merekrut untuk mendapatkan penghasilan yang besar?

  2. Apakah distributor yang berada beberapa tingkat di atas anda , yang tidak ada urusan sama sekali dengan penjualan, menerima penghasilan dari MLM sebanyak yang anda terima dari menjual produk atau jasa?

Jika “Ya”, maka penekanan dari perusahaan MLM tersebut adalah dari downline dan bukan pada penjualan produk.

5. TES PERNYATAAN PENDAPATAN (INCOME DISCLOSURE)

Jika seorang perekrut MLM mengiklankan penghasilan yang sangat besar yang berhasil diperoleh dari para distributor puncak, maka mintalah perusahaan ini untuk menyertakan rata-rata pembayaran yang diperoleh oleh semua distributor berdasarkan persentil.

Mintalah untuk memberikan pembayaran bersih untuk semua distributor yang sudah bergabung, termasuk mereka yang sudah tidak aktif lagi. Perkirakan biaya operasional untuk membangun jaringan distribusi anda. Hampir semua distributor mengeluarkan banyak uang pada pembelian produk dan biaya operasional yang jumlahnya jauh lebih besar daripada uang yang diterima. Sumber yang paling baik untuk mengetahui informasi seperti ini adalah para distributor yang sudah tidak aktif lagi, sebab biasanya para distributor yang masih aktif menutup-nutupi biaya yang dikeluarkan.

Jika kurang dari 1% dari semua distributor menghasilkan paling tidak sama dengan penghasilan minimum dari waktu yang mereka keluarkan (sesudah dikurangi dengan semua pengeluaran dan pembelian dari produk MLM), amda harus mempertimbangkan cara yang lebih baik untuk menggunakan waktu, uang, dan tenaga daripada bergabung dengan program MLM ini.

6. TES “BIAYA IKUT BERMAIN”

Jangan tertipu dengan biaya yang kecil ketika anda ikut bergabung. Biasanya hal ini akan segera diikuti dengan undangan yang tidak akan habisnya untuk pembelian produk dengan harga khusus, nengikuti seminar, sesi pelatihan, dan sebagainya.

Kebutuhan (atau saran yang kuat) bagi setiap distributor untuk melakukan pembelian dalam jumlah yang besar supaya dapat meningkatkan bonus yang mereka terima adalah suatu tanda yang kuat dari skema piramid berbasis produk

7. TES HARGA

Jika harga eceran yang ditawarkan terlalu tinggi untuk mendukung jaringan anda, maka sebagian besar dari harga tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian piramid.

8. TES “GOLDEN RULE”

Bagaimana perasaan anda mengenai cara anda melakukuan perekrutan untuk menjalankan bisnis? Bagaimana perasaan anda ketika melakukan pendekatan terhadap keluarga, kerabat, dan teman-teman anda? Seberapa penting arti dari hubungan yang anda miliki? Apakah anda merasa terganggu apabila mereka berusaha mengeksplitasi hubungan yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan keuangan? Dan apakah anda ingin mengeksploitasi hubungan?

9. TES WAKTU BEBAS

Mimpi utama dari mereka yang mempunyai mentalitas piramid adalah merekrut banyak downline dengansukses sehingga bisa menda[atkan banyak uang untuk mendukung mereka. Dengan demikian mereka tidak perlu bekerjalagi sehingga banyak waktu untuk mempengaruhi orang lain dengan memberikan bantuan kepada mereka.

Jika orang yang merekrut anda menjanjikan bahwa anda hanya perlu bekerja untuk waktu yang singkat kemudian tidak perlu melakukan kerja lagi, maka tanyakan kepada mereka berapa persen dari distributor yang tidak lagi aktif pada perusahaan dan tidak lagi menghadiri pertemuan ” peluang bisnis”.

Tanyakan kepada para distributor veteran, kapan terakhir kalinya mereka ikut libur panjang? Apakah mereka bisa melakukan itu tanpa mengurangi pendapatan karena tidak memperhatikan downline mereka? Apakah mereka keluar dari program tanpa mengurangi kerugian finansial? Kemudian, mintalah salinan dari downline dan upline dari orang yang merekrut anda. Hubungi dari beberapa distributor di beberapa tingkat yang berbeda untuk melihat apakah mereka mencapai kemerdekaan dalam waktu.

10. TES KEJUJURAN

Apakah perekrut anda telah berbuat curang di dalam usahanya untuk mengundang anda? Apakah produk dan peluang masih bisa terjual tanpa membuat pernyataan-pernyataan berlebih mengenai produk dan pendapatan yang dihasilkan? Mintalah setiap bukti untuk setiap pernyataan yang dikeliarkan.

Jika anda merasa bahwa kebenaran sering kali disampingkan, maka biasanya hal ini dilakukan dengan membuat kekuasaan dan insentif yang berlebihan menjadi alasan utama di dalam perekrutan. Jika seorang normal yang jujur merasa mereka butuh membuat pernyataan berlebihan untuk menjual suatu produk dan program, anda mungkin akan menemukan diri anda mengerjakan sesuatu yang sama.

11. TES KREDIBILITAS

Promotor dari MLM yang diperintahkan untuk tidak menghormati dari mereka sendiri akan menjadi sangat tergantung pada reputasi atau karekter dari orang lain yang bergabung pada peluang ini. Jika referensi seperti ini digunakan secara berlebihan, berhati-hatilah. Hubungan kredibilitas seperti ini menipu. Hal ini karena etika dari MLM sangat licin untuk membuat orang yang dihormati dan berada pada posisi yang tinggi telah ditarik masuk pada bagian yang paling sulit dalam suatu program.

12. TES DUKUNGAN

Apakah koferensi dan program pelatihan, kaset dan video tape, dan lain-lain diberikan secara gratis? Atau apakah anda harus membayarnya sebagai salah satu sumber pendapatan dari perusahaan dan para upline?